Mie

Mi Jepang

Jepang memiliki aneka mi yang khas, di antaranya udon (mi terigu yang tebal, biasanya dijual dalam bentuk segar dan kering), somen (sama seperti udon, hanya bentuknya lebih kecil), kishimen (bentuknya seperti kwetiau yang lebar dan pipih tapi bahan dasarnya tetap terigu), harusame (terbuat dari kanji kacang hijau, sama seperti soun tapi lebih tebal), soba (mi khas Jepang yang dibuat dari sejenis gandum (buckwheat), yang membuat mi lebih kenyal dan berwarna kecokelatan.

Mie
misoa

misoa

Misoa

Mi yang paling halus, terbuat dari tepung terigu. Misoa hanya dipakai untuk campuran sup. Masukkan misoa sesaat sebelum sup diangkat dari api.

Mie
soun

soun

Soun

Dibuat dari tepung kanji kacang hijau. Yang bagus kualitasnya tidak akan hancur biarpun direbus lama. Soun biasanya digunakan untuk campuran sup, pelengkap masakan (misalnya soto), kadang juga ditumis untuk orak-arik, diungkep dengan kaldu, atau digoreng renyah.

Untuk sup, rendam soun dalam air sampai lemas, lalu masukkan ke dalam sup yang sedang dimasak. Untuk pelengkap, soun harus diseduh dulu dengan air panas dan didiamkan sampai matang (5-10 menit, tergantung kualitasnya), lalu tiriskan.

Mie

Bihun dan Kwetiau

Keduanya dibuat dari tepung beras. Yang membedakan keduanya adalah ukurannya, bihun halus seperti rambut, sedangkan kwetiau pipih lebar. bihun biasanya dijual kering, kwetiau lebih banyak dipasarkan dalam bentuk basah. Bihun lebih banyak kegunaannya. Selain dibuat bihun goreng dan bihun kuah, bihun bisa juga digoreng renyah untuk aneka keperluan. Misalnya, kering bihun, campuran salad dan alas. Kwetiau lebih terbatas penggunaannya. Biasanya cuma dibuat kwetiau goreng atau diberi kuah. Sebisanya pilih kwetiau yang segar dan gunakan dalam jangka waktu 5 hari, karena kwetiau tidak bisa disimpan dalam bentuk beku.

Mie
mi-telur

mi-telur

Mie Telur

Juga dikenal sebagai mi kuning karena warna kekuningan dari telur yang dicampurkan ke dalamnya. Namun, sekarang ini warna kuningnya lebih sering disebabkan oleh pewarna. Bahan dasarnya hanyalah tepung terigu, telur, dan air, di tambah sedikit air ki atau soda agar kenyal.

Mi telur termasuk yang paling populer, dijual dalam bentuk kering dan segar. Dipakai untuk mi goreng, mi kuah, dan salad mi. Ifumi juga dibuat dari mi telur yang digoreng renyah.

Mi telur dibuat dalam berbagai ukuran, dari yang halus sampai yang besar seperti tali tebal, dikenal sebagai mi hokkian. Yang paling umum adalah yang berukuran sedang. Yang berukuran sedang dan besar cocok untuk direbus dalam kuah. Mi telur segar bisa disimpan dalam lemari es selama 1 minggu atau dalam freezer selama 3 bulan. Keluarkan dalam keadaan beku dan langsung rebus dalam air mendidih sampai balik ke keadaan aslinya.

Mie
merebus-mi

merebus-mi

Cara merebus mi

Mi segar tidak perlu direbus, cukup dicuci dengan air untuk menghilangkan lemak, tepung, dan soda yang menempel. Setelah itu tiriskan dulu sebelum dimasak.

Tapi mi kering harus direbus dulu sampai lunak. Sukar menentukan waktu merebus mi kering, tergantung kualitas dan cara memasaknya. Misalnya, apakah mi akan diberi kuah, digoreng, atau dibuat salad. Secara umum, lama merebus mi adalah 3-5 menit. Biasanya petunjuk diberikan pada masing-masing kemasan.

Selalu masukkan mi setelah air mendidih. Pakai air banyak sampai mi terendam. Air rebusan boleh diberi minyak sedikit, agar mi tidak saling melekat.

Aduk sekali-sekali selama merebus agar tidak lengket di dasar panci. Jangan direbus sampai empuk. Yang prima, bagian luar mi sudah empuk, bagian dalam masih kenyal. Cara mengetes, ambil seutas mi, gigit atau tekan dengan jempol dan jari. Tuang dalam wadah berlubang, siram dengan air dingin sampai mi tidak terasa panas lagi, tiriskan. Mi boleh diberi sedikit minyak agar tidak lengket.

Mie
mie-kering

mie-kering

Mi Kering

Mi kering disimpan dalam wadah tertutup, dan akan tahan sampai 6 bulan. Tentunya, makin lama disimpan makin menurun kualitasnya hingga lebih menonjol bau apeknya.

Mie
mie-basah

mie-basah

Mie Basah

Mi basah atau mi segar sebaiknya digunakan secepatnya. Jika belum segera dimasak, simpan dalam lemari es dalam wadah tertutup agar lebih tahan lama, lebih kurang 3 hari. Bisa juga mi segar ditaruh di tampah dan ditutup dengan daun atau serbet bersih agar tidak kering. Dengan cara ini mi hanya tahan 1 hari.

Mie
sejarah-mi

sejarah-mi

Sejarah Mi

Mi sudah lama dikenal di Indonesia. Meskipun asalnya dari Cina, banyak negara, terutama negara-negara Asia Tenggara telah mengembangkan aneka masakan mi ini. Laksa, mi medan, rujak mi, dan soto mi adalah beberapa hidangan mi rekaan Indonesia. Thailand punya mi siam dan puluhan masakan mi lain yang tidak bisa ditemukan di negara asalnya. Jepang apalagi, telah mengembangkan mi yang khas.

Di negara asalnya, mi sudah dibuat sejak abad ke-2, kira-kira 2.000 tahun lalu. Menurut catatan sejarah, pada zaman Dinasti Sung, yaitu tahun 960-1280, warung-warung mi telah populer.

Di Indonesia, mi makin populer setelah tahun 70-an. Waktu itu mulai dikembangkan industri mi yang modern. Kini mi telah menjadi makanan selingan favorit dalam bentuk mi instan. Mudah diperoleh, murah dan mudah dipadu padan dengan aneka daging, seafood, dan sayuran yang membuat mi menjadi makanan favorit yang sukar ditandingi.

Tip Memilih dan Menyimpan Mi
Mi diproduksi dalam bentuk kering dan segar (basah). Keduanya harus direbus atau dikukus dulu sebelum diolah lebih lanjut. Ciri mi yang bagus tidak hancur jika dimasak.

Sagu
sagu

sagu

Sagu

Sagu merupakan makanan pokok di daerah Papua dan Maluku serta banyak terdapat di daerah Indonesia Timur lainnya. Tepung sagu ini dperoleh dari batang sagu yang masih satu famili dengan tanaman kelapa. Bagian tengah batang sagu dipukul-pukul hingga hancur lalu diperciki air dan diperas, diambil patinya. Di Maluku sagu dijual dalam bentuk tepung segar, tepung setelah dikeringkan, atau dalam bentuk kotak-kotak. Sagu dapat dibuat berbagai jenis penganan, bisa juga dijadikan makanan utama setelah dimasak seperti bubur. Disajikan bersama lauk ikan dan sayuran.